Tampilkan postingan dengan label kecantikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kecantikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Januari 2012

Mengatasi kaki bengkak di masa hamil

Sepatu ibu tiba-tiba terasa sempit atau malah sudah nggak muat lagi di kala hamil?  Pembengkakan kaki ini lazim terjadi koq pada ibu hamil, saya juga mengalaminya. Sebelum hamil kebetulan saya barusan membeli dua pasang sepatu baru (soalnya lagi diskon hehe). Ukuran sepatu yang tadinya pas di kaki saya berubah jadi sempit, sampai sampai saya harus mengakalinya dengan tidak pakai kaus kaki lagi seperti biasa.

Berbahayakah pembengkakan kaki ini? Apa penyebabnya? Apakah setelah hamil ukuran kaki kita akan kembali normal? Bagaimana cara menghindari/mengurangi pembengkakan kaki ini? Yuk kita cari tahu, ibu..

Hampir semua ibu hamil mengalami pembengkakan pada kaki atau disebut dengan oedema. Pembengkakan kaki biasanya mulai terjadi saat trimester kedua, tetapi ada juga yang sudah mulai bengkak di awal kehamilan atau malah justru baru terjadi di akhir kehamilan. Kalau menurut orang awam penjelasannya mudah saja, yaitu kaki ibu bengkak untuk menopang beban berat ibu yang semakin meningkat pula. Tapi apa yang sebenarnya terjadi ya? menurut beberapa artikel yang sudah saya baca ada dua kemungkinan penyebab kaki bengkak:
  • Kaki bengkak disebabkan pembuluh vena yang tertekan akibat beban ibu yang semakin berat. Pembuluh vena yang tertekan ini kemudian membengkak, biasanya terjadnya di bagian bawah perut yang menahan beban yakni bagian kaki dan ujung kaki. Pembengkakan ini akan berhenti jika pembuluh vena sudah kembali normal, yaitu pada saat ibu sudah melahirkan nanti, jadi tak perlu khawatir ibu.
  • Penyebab kaki bengkak yang kedua ini yang perlu dikhawatirkan, yaitu karena keracunan atau pre-eklamsia. Pre eklamsia ditandai dengan tekanan darah yang tinggi, kadar protein yang tinggi dalam urin, denyut nadi yang cepat dan pertambahan berat badan yang cepat. Pre-eklamsia tidak hanya terjadi di kaki, jadi kemungkinan bagian tubuh lain seperti wajah dan tangan juga ikut bengkak. Untuk kasus yang ini ibu harus segera konsultasi dengan dokter agar segera ditangani sebelum terlambat.
Jadi berbahaya atau tidaknya pembengkakan kaki harus dilihat dulu apa penyebabnya ya, ibu. Untuk penyebab yang pertama kita bisa antisipasi sendiri agar pembengkakan tidak berlebihan. Berikut beberapa tips yang mungkin berguna untuk mengurangi pembengkakan kaki:
  • Kurangi konsumsi garam dalam makanan ibu, garam menyebabkan tekanan darah ibu semakin meningkat (untuk pre-eklamsia)
  • Saat berbaring letakkan kaki ibu lebih tinggi dari posisi kepala, misalnya dengan disangga tumpukan bantal
  • Usahakan saat tidur miring ke kiri agar peredaran darah lancar, asupan oksigen untuk janin juga lancar.

Oriflame Feet Up Relaxing Foot Bath, cocok untuk merendam kaki agar rileks.

  • Rendam kaki ibu dengan air hangat dan garam agar peredaran darah lancar dan kaki semakin rileks.
  • Jangan duduk atau berdiri pada posisi yang sama terlalu lama agar peredaran darah lancar.
  • Berikan pijatan ringan pada kaki untuk menghilangkan rasa pegal dan capek (minta tolong sama suami), bisa menggunakan foot cream.
  • Pilih alas kaki yang nyaman, usahakan tidak memakai sepatu berhak tinggi dulu selama hamil, agar posisi tubuh terjaga, peredaran darah juga lancar.
  • Istirahat yang cukup dan teratur ibu, jangan sampai ibu kelelahan.
Nah sudah cukup jelas, ibu? Selamat mencoba tips-tipsnya ya, semoga bermanfaat bagi ibu-ibu semua.



Rabu, 04 Januari 2012

STRETCH MARK?? OH, NO!!


STRETCH MARK??  OH, NO!!

            Pernah dengar istilah “stretch mark”, ibu? Dulu saya juga awam dengan istilah ini, baru mulai dengar sewaktu mulai hamil. Kalau dari kata penyusunnya, stretch artinya meregang atau melar, sedangkan mark artinya tanda atau bekas. Jadi  kemungkinan artinya tanda atau bekas yang muncuk akibat peregangan atau melarnya kulit. Ternyata memang betul itulah yang dimaksud dengan stretch mark. Stretch mark ini muncul akibat kulit yang meregang secara berlebihan dalam waktu singkat, biasanya terjadi pada ibu hamil, binaragawan, atau orang yang bertambah berat badan secara drastis.
            Meskipun stretch marks tidak mengganggu kesehatan, namun bentuk parut yang terlihat jelas pada kulit menyebabkan sebagian besar wanita merasa sangat terganggu terutama dalam hal penampilan. Menurut beberapa sumber, stretch mark sulit untuk dihilangkan, kalaupun bisa akan memerlukan waktu yang lama, misalnya dengan penggunaan krim secara teratur, atau kalau ingin lebih cepat dengan tindakan laser. Namun ada juga yang menyatakan kalau stretch mark akan hilang dengan sendirinya. Perbedaan ini karena munculnya stretch mark berhubungan dengan elastisitas kulit yang berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.
            Saat ini saya sedang hamil dan agak parno (red: takut) juga kalau-kalau nanti muncul stretch mark di perut saya, jangan deh kalau bisa J. Entah mana yang benar antara stretch mark bisa hilang sendiri atau tidak, saya berpikir lebih baik melakukan tindakan pencegahan daripada menyesal kelak, ya kan?? Nah, berikut ada beberapa tips yang mungkin berguna untuk mencegah timbulnya stretch mark, cekidot:
1.     Gunakan krim pencegah stretch mark
Ada banyak pilihan krim anti stretch mark di pasaran saat ini. Biasanya kandungan utama krim ini adalah cocoa butter atau shea butter yang berguna mempertahankan elastisitas kulit. Gunakan krim ini secara rutin sejak mulai awal kehamilan atau sejak perut ibu mulai membesar. Oleskan pada bagian bagian yang mungkin akan timbul stretch mark seperti perut, paha, dll.
Oriflame Perfect Body Anti Stretch Mark Cream, bisa jadi pilhan.

2.     Minum air putih.
Minumlah air putih minimal 8 gelas sehari atau lebih. Air berguna mempertahannkan kelembaban dan elastisitasnya, sehingga mengurangi kemungkinan timbulnya stretch mark.
3.     Jangan menggaruk kulit yang gatal
Biasanya seiring dengan membesarnya perut ibu maka akan muncul rasa gatal. Jangan menggaruk bagian yang gatal ini karena akan menambah bekas stretch mark setelah melahirkan. Gunakan krim atau lotion untuk memijat dengan lembut agar peredaran darah lancer.
4.     Olah raga teratur
Meskipun sedang hamil sebaiknya ibu tetap berolahraga. Pilih olahraga yang ringan saja seperti jalan kaki di pagi hari. Olahraga akan membantu melancarkan sirkulasi darah dan mempercepat pembentukan sel kulit baru.
5.     Makan makanan yang sehat
Makanan yang sehat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu dan bayi, selain itu juga membantu pembentukan sel sel kulit baru.

     Tidak sulit kan cara untuk mencegah stretch mark, ibu? Semoga bermanfaat ya tips tips di atas. Tetap cantik disaat hamil ya….