Kamis, 02 Februari 2012

Bagaimana agar morning sickness berkurang??


Sedang hamil muda, ibu?? Mual mual nggak?? Gejala mual dan muntah pada ibu hamil atau sering disebut morning sickness memang kerap terjadi terutama saat trimester pertama kehamilan. Saya dulu juga begitu sampai bulan ketiga kehamilan, tapi ada juga ibu hamil yang tidak mengalaminya, atau malah mual mual terus sampai bayinya lahir, beda beda memang. Meskipun namanya morning sickness tapi gejala ini kadang tidak hanya terjadi pada pagi hari tapi kadang juga siang atau malam hari.

Apa sih penyebab morning sickness?? Menurut yang saya baca, morning sickness utamanya disebabkan meningkatkan hormon estrogen dan hormon kehamilan lainnya secara drastis. Semakin tinggi hormon ini makin terasalah morning sicknessnya. Penyebab lain yaitu indera penciuman ibu hamil yang bertambah sensitif jadi nggak tahan sama bau bauan yang menyengat. Ada juga yang berpendapat stress saat hamil juga menyebabkan morning sickness.

Bahaya nggak sih morning sickness?? Gejala ini sebenarnya sangat normal dan tidak berbahaya, namun yang patut diwaspadai adalah bagaimana ibu menanggapi morning sickness ini. Usahakan ibu tetap mengkonsumsi makanan yang cukup meskipun dilanda morning sickness. Ingat ibu, di trimester awal kehamilan asupan nutrisi yang cukup bagi janin sangat diperlukan. Morning sickness jadi membahayakan apabila ibu jadi malas makan karena mual atau yang parah ibu terus terusan muntah saat makan. Kalau sudah begini bisa jadi ibu sampai harus diinfus agar tidak lemes, kasihan juga janinnya kan??

Lalu bagaimana caranya agar morning sickness bisa berkurang?? Coba simak tips tips berikut:
  • Terapkan pola makan sedikit tapi sering, karena biasanya kalau makan langsung banyak, di tengah jalan rasa mual akan datang. Jadi makan dalam porsi kecil saja tetapi frekuensinya sering.
  • Hindari makanan yang berbumbu tajam karena bisa membuat ibu tambah mual. Pilih makanan yang ringan saja bumbunya/tidak banyak bumbu atau pilih makanan segar yang langsung dimakan, buah buahan misalnya. Hindari juga makanan yang disajikan panas karena aroma yang keluar semakin tajam, pilih makanan yang disajikan dingin saja.
  • Hindari juga menggunakan benda benda dengan aroma yang menyengat, misalnya parfum, asap rokok, bau solar, balsem dan bau bauan lain yang membuat ibu mual.
  • Tunda perjalanan jauh. Perjalanan jauh cenderung membuat ibu capek dan kelelahan, apalagi kalau ibu sering mabuk perjalanan (seperti saya), bisa bisa malah teler di perjalanan.
  • Banyak banyak minum air putih setelah makan atau saat rasa mual mulai datang, air putih akan menetralisir rasa mual yang melanda.
  • Istirahat yang cukup dan teratur serta lakukan kegiatan yang menyenangkan yang ibu sukai bersama teman atau saudara agar ibu tidak stres dan melupakan rasa mual yang ada.
  • Jika ibu berkonsultasi dengan dokter, kemungkinan dokter akan memberikan obat untuk mengurangi mual, tetapi kalau bisa diatasi secara alami kenapa harus minum obat?? Kecuali morning sicknessnya parah yaa.....
Silakan dicoba tips tips diatas, semoga morning sicknessnya lekas hilang ya, ibu! Jaga kesehatan selama hamil yaa..........

Rabu, 25 Januari 2012

Pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Baru saja saya mendapatkan pencerahan dari bu bidan tempat saya memeriksakan diri tentang pentingnya IMD atau inisiasi menyusu dini. Saya baru pertama memeriksakan diri kesini karena sebelumnya di luar kota, baru sekarang saya cuti hamil dan mudik ke kampung halaman di Klaten, Jateng. Ternyata bu bidannya sangat-sangat ramah dan berpengetahuan luas serta nggak pelit untuk berbagi, saya puas sekali. Sebenarnya saya juga sudah banyak mendengar tentang IMD ini, bahwa air susu yang pertama keluar itu mengandung kolustrum yang berperan sebagai antibodi bagi bayi dan ga boleh dibuang. Tetapi ternyata lebih dari itu lho, ibu. IMD terbukti mengurangi angka kematian bayi setelah dilahirkan. Berikut beberapa keterangan yang saya peroleh dari bu bidan saya, namanya ibu Budi :)
  • Saat berada dalam kandungan, bayi merasa sangat nyaman dan hangat, bahkan mungkin klo bisa milih si baby nggak mau keluar saking nyamannya rahim ibu. Oleh karena itu sebaiknya bayi dibuat senyaman mungkin setelah dilahirkan ke dunia dengan cara ditempelkan ke dada ibu dengan segera. Kontak kulit bayi dan kulit ibu akan menyamankan bayi, memberi kehangatan dan kedekatan dengan sang ibu. Ini akan membantu bayi menyesuaikan diri dengan dunia barunya. Prosesi yang selama ini dilakukan yaitu memandikan bayi lalu dibedong bisa menunggu, karena kulit ibu jauuuh lebih baik dalam menyamankan bayi yang baru lahir.
  • Bayi yang ditempelkan ke dada ibu tidak akan serta merta langsung menyusu, tetapi melalui proses menjejak jejakkan kaki di perut ibu untuk mencari puting susu ibu. Gerakan ini bukan tanpa arti lho, ibu. Menurut penelitian, gerakan alami kaki bayi yang menjejak jejak perut ibu akan membantu menghentikan pendarahan yang dialami ibu setelah melahirkan. Ajaib sekali yaa...
  • Insting bayi nanti yang akan menuntunnya menemukan puting susu ibu. Jadi jangan buru-buru merenggut si bayi dari dada ibu, percayalah kalau ia bisa melakukannya. Hal ini memang memerlukan waktu, kata bu bidan saya berikan waktu hingga satu jam setelah kelahiran bagi bayi untuk mencari puting susu ibunya. Ini hak bayi yang nggak boleh kita renggut lho, ibu.
  • Saat bayi telah menemukan puting susu ibu dia akan melakukan gerakan menghisap. Gerakan ini dapat mendorong kerja hormon yang memproduksi ASI yaitu prolaktin dan .... (apa ya saya lupa nih, maaf ya hehehe). Jadi jangan buru-buru menyimpulkan kalau ASI ibu tidak keluar lalu menghentikan prosesi ini ya. ASI pertama yang mengandung kolustrum sudah pasti akan keluar tetapi mungkin tidak semua ibu akan merasakan gelenyar keluarnya ASI, jadi teruskan saja, ibu. Fakta penting tentang kolustrum adalah bahwa ASI pertama ini 17 kali keutamaannya dibandingkan ASI yang akan keluar setelahnya, jadi pastikan bayi ibu tidak melewatkannya ya. ASI pertama mengandung zat kolustrum yang sarat antibodi penting yang dibutuhkan oleh bayi.
Waaa, saya takjub sekali setelah mendengarkan penjelasan bu bidan tentang keutamaan IMD ini, bagaimana dengan ibu?? Saya benar-benar termotivasi untuk segera praktek hehehe. Semoga informasi ini berguna yaaa, ibu-ibu. Go IMD!!!