Selasa, 02 April 2013

ASI PERAH (ASIP), SOLUSI BUAT IBU BEKERJA


                Ibu bekerja seringkali galau jika masa cuti sudah hamper selesai, masa masa berduaan dengan si kecil akan menjadi berkurang. Apalagi bagi ibu yang menyusui, rasanya sayaaaang banget klo ASI kita dibuang buang di kantor, sedangkan si kecil dirumah justru diberi susu formula. Well itu yang saya rasakan dulu. Untungnya saya mendapat pencerahan dari seorang teman (Miss Aya, yang juga sedang menyusui) melalui chat yang sekedar iseng, katanya ASI bisa disimpan. Saya seperti mendapat angin segar, lalu cari cari informasi dari googling, dari bidan saya yg pro ASI juga, sampai join grup ibu menyusui (meskipun waktu itu masih hamil, babynya belom lahir). Ternyata ada solusi buat ibu bekerja yang ingin tetap memberikan ASI yaitu ASI Perah (ASIP).        


ASIP yaitu asi yang diperah dari payudara ibu pada saat kondisi ibu jauh dari bayi kemudian disimpan dalam jangka waktu tertentu untuk selanjutnya diberikan kembali pada bayi. Ada beberapa cara yang bisa digunakan dalam memerah ASI, cara manual menggunakan tangan (saya pakai cara ini), semi manual dengan alat pompa (breast pump) manual atau dengan alat pompa elektrik . Namun yang terpenting dari semuanya adalah kemauan dan tekad yang keras dari ibu, karena pada prakteknya memberikan ASIP tidaklah semudah teorinya. Kesulitan yang biasanya timbul antara lain ASI yang diperah hanya sedikit, lalu biasanya akan ada komentar komentar dari orang orang di sekeliling kita yang masih awam dengan ASIP (ini biasanya membuat ibu perah agak down hehehe).

                Masalah yang pertama, apabila ASI yang diperah hanya sedikit. Memerah ASI memang gampang gampang susah. Pada awal mulai memerah dulu saya juga hanya bisa memperoleh sedikit ASIP, hanya untuk memenuhi botol volume 100ml saja harus memerah lamaaaa sekali. Untungnya saya gak langsung menyerah, justru malah terobsesi memenuhi botol itu. Setelah lama bereksperimen hehe, ternyata memerah ASI ada triknya, pertama payudara bisa dipijat dengan arah memutar atau dikompres dengan air hangat agar saluran susunya lancar. Selain itu ada gerakan memerah yang bisa dicoba coba sendiri, mana yang paling mudah dan lancar mengeluarkan ASI. Oiya sebagai catatan, kalaupun hasil perahan tidak melimpah bukan berarti ASI kita sedikit loh, karena ASIP hanya sebagian yang bisa kita keluarkan, sedangkan sisa stoknya dijamin masih banyak didalam, yang pasti akan keluar apabila bayi menghisap. Tips dan trik memerah ASI yang lebih lengkap insya Allah akan saya share di postingan terpisah ya.
               
                Masalah yang kedua yaitu beban mental (halahhh) yang biasanya dialami akibat adanya komentar komentar tidak jelas dari orang orang di sekitar hehehe. Antara lain komentarnya kenapa anak dikasi susu basi, kenapa pelit beli susu buat anak sendiri, kenapa repot repot merah, sok idealis, anak ga bakal gemuk kalau dikasi ASI saja dan lain lain. Well jika tanpa pengetahuan yang jelas tentang apa yang kita lalukan (memerah ASI), mungkin ibu akan bingung menanggapi komentar komentar tersebut atau lebih parahnya akan terpengaruh untuk menghentikan aktivitas memerah. Sebenarnya mereka berkomentar demikian karena mereka awam alias tidak tahu tentang ASI yang bisa disimpan. Maka dari itu cari informasi sebanyak banyaknya tentang ASI dan ASIP biar bisa menjawab komentar orang, namun yang terpenting adalah sebagai bekal buat diri sendiri, kalau saya sih komentar orang cukup dikasih senyum simpul aja, aktivitas memerah jalan terussss.

                Informasi selanjutnya yang penting adalah bagaimana cara menyimpan ASIP, supaya tidak sia sia usaha kita memerah ASI. Tips menyimpan ASIP insya Allah akan saya share juga di postingan terpisah, nantikan yaaa..

Minggu, 17 Juni 2012

GIMANA AGAR PRODUKSI ASI LANCAR DAN MELIMPAH??

Ingin memberi ASI eksklusif sampai 6 bulan tapi khawatir ASI nggak cukup?? Sssttt jangan lekas galau, ibu. Ada beberapa faktor yang besar pengaruhnya terhadap produktivitas ASI. Simak informasi berikut sebelum menyerah memberikan susu formula pada bayi kita.

  • Hormon ASI
Produksi ASI dipengaruhi oleh 2 macam hormon yakni prolaktin dan oksitosin. Hormon prolaktin dapat dirangsang untuk memproduksi ASI selama bayi rutin menghisap payudara ibu. Pastikan bahwa daerah aerola ikut masuk mulut bayi saat menyusu, jangan hanya ujung puting saja. Ini akan merangsang kerja hormon prolaktin untuk memproduksi lebih banyak ASI. 
Hormon kedua adalah hormon oksitosin, hormon ini tidak dipengaruhi gerakan mekanis apapun tetapi yang berpengaruh adalah mood dan pikiran ibu. Jangan pernah terbersit di benak ibu bahwa ASI ibu sedikit atau tidak cukup dan pikiran negatif lainnya, karena hormon oksitosin nanti akan terpengaruh dan akhirnya benar benar terjadi produksi ASI macet. Usahakan selalu berpikiran positif dan selalu tenang dan rileks selama menyusui. Dengan pikiran yang positif maka hormon oksitosin juga akan terangsang memproduksi ASI dengan lancar.
  • Prinsip supply and demand
ASI diproduksi berdasarkan prinsip supply and demand, artinya ASI diproduksi hanya sesuai dengan permintaan konsumennya. Misalnya bayi kita menyusu dengan kuat sehingga payudara lekas kosong maka akan terkirim sinyal bahwa permintaan ASI meningkat maka produksi ASI pun akan ditingkatkan. Kebalikannya kalau payudara selalu penuh karena bayi tidak menyusu (saat ibu pergi bekerja, misalnya), maka akan terkirim sinyal bahwa permintaan ASI turun sehingga produksinya pun diturunkan.
Itulah sebabnya sangat penting untuk disiplin mengosongkan payudara setiap 2 atau 3 jam sekali agar produksi ASI tidak turun. Apabila bayi tidak menyusu, kosongkan dengan cara diperah baik secara manual maupun dengan pompa ASI. Semakin sering payudara kosong maka ASI akan lebih cepat diproduksi juga. Namun hal ini tidak instan lho, ibu. Jadi misalnya ibu merasa produksi ASI berkurang segeralah perah sesering mungkin. Pada hari itu juga mungkin ASI masih belum banyak namun jika dilakukan terus pada hari kedua atau ketiga biasanya produksi ASI sudah meningkat. Jangan takut ASI tidak keluar, ya...

  • Nutrisi ibu
ASI merupakan sari sari makanan terpenting yang diambil dari apa yang dikonsumsi oleh ibu. jadi agar produksi ASI lancar ibu sebaiknya mengkonsumsi makanan yang cukup dan dengan nutrisi yang seimbang. Minum cukup air. Biasanya ibu menyusui lebih cepat lapar dari biasanya, juga dianjurkan makan lebih banyak dari biasanya karena ada dua orang yang mengkonsumsi makanan ibu. Jangan takut gemuk ibu. Pada beberapa ibu menyusui merupakan diet yang alami, namun apabila tidak bukankah waktu menyusui hanya 2 tahun, sedangkan untuk berdiet bisa kita lakukan kapan saja. Jangan kehilangan momen spesial ini karena keegoisan kita, ibu..
Apabila perlu, ibu juga dapat mengkonsumsi makanan tambahan untuk memperlancar asi seperti daun katuk, kacang hijau, pepaya dan makanan bergizi lainnya.
  • Istirahat cukup
Pastikan ibu punya waktu yang cukup untuk beristirahat. Apabila ibu terlalu lelah beraktivitas, bisa jadi produksi ASI dapat menurun karena semua energi dipergunakan untuk ibu beraktivitas. Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kesehatan ibu...

Semoga informasi diatas bermanfaat ya. Semoga lulus ASI eksklusif sampai 6 bulan nanti. Go go go semangatt!!!