Minggu, 11 Maret 2012

Seperti apakah proses persalinan itu??

Buat ibu-ibu yang sedang hamil anak pertama pasti penasaran banget dengan yang namanya proses persalinan. Apalagi yang usia kehamilannya sudah mendekati hari perkiraan lahir, pasti harap harap cemas menunggu kelahiran si buah hati ke dunia. Kecemasan yang berlebihan sebaiknya dihindari bagi wanita yang akan menjalani persalinan, caranya bagaimana?? Ya dengan membekali diri tentang informasi tentang tanda tanda persalinan dan proses persalinan itu sendiri. Beruntung saya punya ibu bidan yang nggak pelit ilmu, jadi sejak mendekati hari perkiraan lahir saya sudah dibekali informasi ini agar siap menjalani persalinan nanti. Alhamdulillah saya bisa menjalani proses persalinan normal dengan lancar pada akhirnya :)

Sebagai gambaran dan informasi saja, kurang lebih inilah yang akan terjadi pada sebuah proses persalinan:
  • Penipisan mulut rahim
Pada persalinan pertama mulut rahim masih dalam kondisi utuh dan tebal. Untuk bisa membuka, mulut rahin akan mengalami proses penipisan terlebih dahulu. Sebagai tanda yang kasat mata, dari jalan lahir akan mulai keluar lendir bercampur darah. Pada beberapa ibu ini sudah terjadi beberapa hari sebelum hari persalinan. Semakin menipisnya mulut rahim, ibu akan mulai mengalami kontraksi awal yang masih jarang jarang.
  • Fase pembukaan lambat (1-4 cm)
Setelah proses penipisan berlalu mulut rahim akan mulai membuka sedikit demi sedikit. Proses pembukaan awal 1-4 cm umumnya berlangsung lambat, teorinya setiap penambahan 1 cm jeda waktunya sekitar 2 jam, tetapi pada prakteknya berlainan antara ibu satu dengan lainnya. Pada fase ini kontraksi yang terjadi semakin terasa nyata dan frekuensinya teratur. Kontraksi ini sangat normal dan memang harus terjadi, klo ga kontraksi malah harus dirangsang supaya ada kontraksi, jadi harus sabarrr, dinikmati saja.
  • Fase pembukaan cepat (5-10 cm)
Proses pembukaan berikutnya berlangsung lebih cepat, rata rata setiap 1/2 jam ada penambahan 1 cm. Pada fase ini kontraksi yang terjadi semakin tinggi frekuensinya dengan durasi yang makin lamaaa. Bayangin aja sebentar lagi ketemu anak kita, jadi tetep semangat hehehe...
  • Persalinan/partus
Setelah pembukaan lengkap selebar 10 cm, barulah dimulai proses persalinan yang sesungguhnya. Saat terjadi kontraksi bidan akan memberi aba aba untuk mengejan. Akan hilang semua rasa sakit menahan kontraksi saat terdengar tangis pertama si kecil, semua perjuangan terbayar sudah :)

Semoga bisa menjadi info yang berguna yaa, semangati diri sendiri, yakinlah klo ibu bisa !!!







Kamis, 02 Februari 2012

Bagaimana agar morning sickness berkurang??


Sedang hamil muda, ibu?? Mual mual nggak?? Gejala mual dan muntah pada ibu hamil atau sering disebut morning sickness memang kerap terjadi terutama saat trimester pertama kehamilan. Saya dulu juga begitu sampai bulan ketiga kehamilan, tapi ada juga ibu hamil yang tidak mengalaminya, atau malah mual mual terus sampai bayinya lahir, beda beda memang. Meskipun namanya morning sickness tapi gejala ini kadang tidak hanya terjadi pada pagi hari tapi kadang juga siang atau malam hari.

Apa sih penyebab morning sickness?? Menurut yang saya baca, morning sickness utamanya disebabkan meningkatkan hormon estrogen dan hormon kehamilan lainnya secara drastis. Semakin tinggi hormon ini makin terasalah morning sicknessnya. Penyebab lain yaitu indera penciuman ibu hamil yang bertambah sensitif jadi nggak tahan sama bau bauan yang menyengat. Ada juga yang berpendapat stress saat hamil juga menyebabkan morning sickness.

Bahaya nggak sih morning sickness?? Gejala ini sebenarnya sangat normal dan tidak berbahaya, namun yang patut diwaspadai adalah bagaimana ibu menanggapi morning sickness ini. Usahakan ibu tetap mengkonsumsi makanan yang cukup meskipun dilanda morning sickness. Ingat ibu, di trimester awal kehamilan asupan nutrisi yang cukup bagi janin sangat diperlukan. Morning sickness jadi membahayakan apabila ibu jadi malas makan karena mual atau yang parah ibu terus terusan muntah saat makan. Kalau sudah begini bisa jadi ibu sampai harus diinfus agar tidak lemes, kasihan juga janinnya kan??

Lalu bagaimana caranya agar morning sickness bisa berkurang?? Coba simak tips tips berikut:
  • Terapkan pola makan sedikit tapi sering, karena biasanya kalau makan langsung banyak, di tengah jalan rasa mual akan datang. Jadi makan dalam porsi kecil saja tetapi frekuensinya sering.
  • Hindari makanan yang berbumbu tajam karena bisa membuat ibu tambah mual. Pilih makanan yang ringan saja bumbunya/tidak banyak bumbu atau pilih makanan segar yang langsung dimakan, buah buahan misalnya. Hindari juga makanan yang disajikan panas karena aroma yang keluar semakin tajam, pilih makanan yang disajikan dingin saja.
  • Hindari juga menggunakan benda benda dengan aroma yang menyengat, misalnya parfum, asap rokok, bau solar, balsem dan bau bauan lain yang membuat ibu mual.
  • Tunda perjalanan jauh. Perjalanan jauh cenderung membuat ibu capek dan kelelahan, apalagi kalau ibu sering mabuk perjalanan (seperti saya), bisa bisa malah teler di perjalanan.
  • Banyak banyak minum air putih setelah makan atau saat rasa mual mulai datang, air putih akan menetralisir rasa mual yang melanda.
  • Istirahat yang cukup dan teratur serta lakukan kegiatan yang menyenangkan yang ibu sukai bersama teman atau saudara agar ibu tidak stres dan melupakan rasa mual yang ada.
  • Jika ibu berkonsultasi dengan dokter, kemungkinan dokter akan memberikan obat untuk mengurangi mual, tetapi kalau bisa diatasi secara alami kenapa harus minum obat?? Kecuali morning sicknessnya parah yaa.....
Silakan dicoba tips tips diatas, semoga morning sicknessnya lekas hilang ya, ibu! Jaga kesehatan selama hamil yaa..........